Archive for March, 2008

Lieve Papa,

Saturday, March 29th, 2008

Lieve Papa,

Alle begin is
moeilijk.. tapi tanpa memulai sesuatu adalah jauh lebih sulit sebab tak ada
akhir tanpa awalan..

Lieve Papa,

Vergissen is
menselijk..tapi jangan jadikan itu alasan untuk membenarkan sesuatu yang
salah..

 

Sebab..

 

Waktu melukiskan
perhiasan bumi

Dalam doa dan pujian

Dalam hati, lewat
antrean musim yang panjang

 

Waktu melukiskan kisah
insani

Dalam pesona dan
kekuatan

Dalam azab dan dera

Lewat perjalanan ketegaran
dan ketidakpastian

 

Yang jatuh di tanah
hati yang setia..

Kepada Bunda dan
anak-anak

Kepada kawan dan Sobat
manusia

 

Perhiasan bumi adalah
perhiasan hati

Lahir dari Kata-kata
Kasih yang berbiak hari demi hari

Tumbuh di tanah-tanah
dunia..

 

HAPPY BIRTHDAY DAD..
Jesus Loves you.

29-03-1946

 

Birthday_cake

Hadiah Yang Terindah..

Sunday, March 16th, 2008

TEMAN ADALAH HADIAH YANG DARI ATAS BUAT KITA !

 

Seperti hadiah, ada
yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus,
punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek, punya
wajah biasa atau kepribadian biasa saja….atau malah menjengkelkan.

 

Seperti hadiah, ada
yang isinya bagus dan yang isinya jelek. Yang isinya bagus,punya jiwa yang
begitu indah sehingga kita terpukau ketika kita berbagi rasa dengannya, ketika
kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis
bersama dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

 

Yang isinya buruk
punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu
lagi mencintai. Justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya
yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian,
iri hati, kesombongan, amarah, egois, dan lainnya. Kita tidak suka dengan
jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.

 

Kita tidak tahu bahwa
itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan
jiwanya memberikan cinta karena justru membutuhkan cinta kita, membutuhkan
empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka
terdalam yang memasung jiwanya.

 

Bagaimana bisa kita
mengharapkan seseorang yang terluka lututnya untuk berlari bersama kita ?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama ?
Luka dilututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan
mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Mereka tidak akan bilang bahwa « lutut » mereka luka atau mereka
« takut air », mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari
atau mereka akan bilang berenang itu membosankan. Itulah cara mereka
mempertahankan diri.

 

Mereka akan
bilang :

« Menari itu
tidak menarik »

« Tidak ada yang
cocok denganku »

« Teman-temanku
sudah lulus semua »

« Aku ini buruk,
siapa yang bakal tahan denganku ? »

« Kisah hidupku
membosankan ! »

Mereka tidak akan
bilang :

« Aku tidak
bisa
menari. »

« Aku membutuhkan
kamu ! »

« Aku
kesepian. »

« Aku butuh
diterima ! »

« Aku ingin
didengarkan. »

Mereka semua hadiah
buat kita. Entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek.
Dan jangan tertipu oleh kemasan.

 Hanya ketika kita bertemu jiwa
dengan jiwa..

kita tahu hadiah
sesungguhnya yang sudah dipersiapkan-Nya buat kita.


P.S Berhentilah untuk berusaha mengubah orang lain. Ubahlah diri sendiri dan hasilnya akan berdampak pada orang lain..

 

 

 

(Anonim)

from My’s for me..

Monday, March 10th, 2008

ALONE…

Aku..sepi
sunyi dan sendiri

Karena
tanpa suara?, tiada KAWAN?

Ah
tidak-tidak karena aku dikeramaian ditengah kawan yang terbahak

Letih…

Aku..letih lesuh capek dan terseok

Karena menempuh jalan panjang?,
karena telah bekerja keras?, karena langkah tersandung? Ah tidak-tidak karena
seharian aku tiada berbuat apo-apa

Bosan..

Aku..bosan jenuh dan enggan

Karena
tiada yang berubah? Karena semua masih seperti yang kemarin?

Ah
tidak-tidak karena disana sini telah mengalami perubahan, ini dan itu telah
mengalami kemajuan

Ngantuk…

Aku.. ngantuk walau mata tertutup
hatiku tiada terpejam

Karena aku tiada membaringkan
diri? Badanku tiada aku rebahkan?

Ah tidak-tidak karena dari tadi
mataku terkatup dan sudah lama aku rebahkan badan

Aku sepi ditengah keramaian karena jiwaku
mengembara ditengah belantara pencarian jati diri

Aku capek dan letih karena batinku
berkelana dalam alam fatamorgana tanpa batas

Aku bosan dan jenuh karena hatiku
terkurung dalam jeruji belenggu tatanan kemapanan sehingga tiada ku mengalami
pencerahan

Aku ngantuk dan tiada tertidur karena
jiwaku tiada henti menerawang dalam perlawanan terhadap tirani

 

Semua kulakukan untuk
mengubah dunia

Namun aku tanpa daya,
tanpa tenaga, dan tanpa kekuatan, dan aku semakin tergolek

Akhirnya kuputuskan ‘tuk “merubah diriku”